14 April 2011

Pesan dari tante Cher

Kadang lo berpikir lo lemah. Tapi di saat itulah, secara ga sadar, lo sudah membuktikan bahwa lo sangat kuat.

Kadang lo berpikir lo payah. Lagi-lagi, di saat itulah, secara ga sadar, lo sudah membuktikan bahwa lo sangat hebat.

Karena lo selalu bisa menghadapi masalah.

Jatuh dan menangislah saat lo tersandung, itu bakalan ngebuat lo lebih baik. Tapi satu hal yang harus diinget, jangan pernah meratap. Ratapan ga pernah nyelesain masalah. Di saat lo meratap, lo BENERAN lemah, lo BENERAN payah. Ratapan, buat gue, merupakan suatu bentuk usaha dari seseorang yang sedang mencari celah untuk kabur dari masalah. Dan seharusnya ga perlu gue kasih pengertian, karena cuma pecundang yang bisanya hanya kabur.

Menangis ketika lo jatuh bukan suatu bentuk ratapan. Bagi gue, itu adalah bentuk pengumpulan energi. Istilahnya, lo itu roket yang lagi di-charge agar siap mengudara. Lo jatuh, lo nangis, lo kuat, lo bangkit. Lo akan tunjukin ke dunia bahwa lo ga bisa dipandang sebelah mata. Kea roket, yang pembuatannya memakan banyak waktu, energi, dan biaya; dengan kata lain, memakan banyak usaha, sekaligus pengorbanan. Butuh usaha besar bagi roket untuk bisa mengudara menusuk langit hingga ke bintang. Gitu juga lo, butuh usaha besar disertai pengorbanan untuk tetap mengangkat muka setelah jatuh; bahkan bukan cuma sekadar mengangkat muka, tapi buktikan bahwa lo mampu, bahkan kehebatan roket sekalipun ga bisa dibandingin sama kehebatan yang lo punya.

Dan inget, dengan lo berkorban bukan berarti lo kehilangan. Anggep aja pengorbanan adalah suatu bentuk investasi. Lo berinvestasi, bukan hanya untuk sekadar melanjutkan hidup, tapi untuk membuktikan bahwa lo LAYAK untuk terus hidup, dan pada akhirnya, investasi tersebut akan berkembang membawa lo ke kehidupan yang sesuai dengan kemampuan besar lo, kehidupan yang memang layak dan sudah sepantasnya lo jalani.

Intinya, berubahlah. Keluarlah dari zona aman lo. Ga bakal terasa mudah, tapi itu cuma terjadi di awal. Salah satu orang hebat pernah bilang gini, “kalo lo berubah lo akan merasa susah (awalnya), tapi kalo lo ga berubah, lo akan susah (beneran)”. Perubahan itu ga pernah buruk.

Selain itu, satu yang wajib lo pegang: masalah bukan musibah, tapi ujian. Dalam bentuk apa pun, diselenggarakan oleh pihak manapun, berdurasi sepanjang apapun, ujian adalah suatu syarat untuk lo menjadi pribadi yang lebih mulia, seengganya, di mata sang penguji. Segala “omong besar” dari orang-orang, bahkan dari lo, tentang diri lo, bahwa lo ini-itu, bukan sekadar omongan, tapi memang kebukti. Ujian dilaksanakan dengan tujuan untuk menilai, dan setelah akhirnya lo dinilai, lo mendapat recognition. Recognition inilah yang akan sangat bermanfaat buat lo ke depannya. Mungkin recognition adalah sesuatu yang abstrak, tapi pengaruhnya dapat dirasakan dengan sangat kongkrit. Dengannya, lo ga perlu banyak omong bahwa lo bisa ini-itu, just sit back and relax, that recognition you possess explains everything.

Ujian apa pun itu. Termasuk ke dalamnya, masalah. Pergunakan masalah sebagai ajang buat lo membuktikan diri.

Satu lagi. Setiap orang menyimpan mutiara di dalam dirinya, tapi ga banyak yang sadar akan hal itu. Terlalu berorientasi pada kesenangan, membuat jiwanya "lumpuh" untuk menyadari bahwa sebenarnya dia layak untuk melakukan hal-hal yang lebih besar dari sekadar kesenangan sesaat. Kesenangan-kesenangan yang kea gitulah yang bikin mutiara lo ketutup pasir. Memang, pasir ga bakal ngerubah mutiara jadi batu kali, tapi lama-kelamaan, pasir itu akan menjadi kerak yang menutupi mutiara, dan kalo ga secepatnya dibersihin, bisa merusak mutiara itu sendiri.

Kalo lo masih merasa terlalu berat untuk mengikhlaskan diri menerima masalah, anggep aja, masalah yang menimpa lo merupakan bentuk “pembersihan dari pasir” yang dilakukan oleh alam karena dia ga mau kehilangan mutiaranya. Dan jangan lupa, mutiara yang bersih, indah, bersinar, ga memberikan efek apa pun untuk alam selain decak kagum dari mahluk di dalamnya. Tapi, lebih besar lagi dari itu adalah manfaat untuk diri sang mutiara itu sendiri, bahwa ia bernilai sangat tinggi, dan menjadi suatu aset yang sangat berharga di mata orang.

Pada akhirnya kesadaran itu akan datang, bahwa itu untuk kebaikan lo sendiri.

Semuanya balik lagi ke diri sendiri. Karena ga ada yang bisa membatasi besarnya kemampuan lo selain pikiran lo sendiri. Jadi jangan pernah batasi pikiran lo, berpikirlah luas. Mungkin ga akan terasa mudah, tapi akan terasa sangat bermanfaat. Jadi, semangat!

Kata Cher juga, “You Haven’t Seen The Last Of Me!”

‘Cus it’s so true, baby. You will never see the last of me.
@ichsan_fadillah

No comments: