"Apakah hidup ini adil, Ray? Entahlah. Aku juga pernah sekali-dua bertanya kepada Tuhan. Padahal kau tahu, aku memiliki kesempatan untuk melihat wajah keadilan yang tidak kasat-mata. Ah, sayang kita selalu menurutkan perasaan dalam urusan ini. Kita selalu berprasangka buruk. Kita membiarkan hati yang mengambil alih, menduga-duga.... Tidak puas menduga-duga, kita membiarkan hati mulai menyalahkan. Mengutuk semuanya. Kemudian tega sekali, menjadikan kesalah orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita."
TERE-LIYE on Rembulan Tenggelam Di Wajahmu (2009)
No comments:
Post a Comment