
Secara umum, manusia tidak pernah bisa memastikan kemanakah ia harus melabuhkan cintanya. Yang ada hanyalah dengan mengikuti kemana cinta itu berlabuh nantinya. Karena cinta mempunyai dimensi sendiri, memiliki daya jangkau sendiri melebihi kekuatan pikiran. Itulah sebabnya mengapa kehidupan selalu saja diwarnai oleh lukisan cinta, baik yang memerah, menguning atau pun abu-abu, kelabu. Bahkan menghitam!
Demi cintanya terhadap "ego tuhan", Firaun telah menghancurkan apa saja yang menghalanginya.
Sebab cintanya kepada Helen yang tak terkira, Paris telah mengorbankan kakaknya, Hector serta negaranya dalam perang Troy.
Entah berapa banyak helai kertas dan tinta yang telah dihabiskan oleh Gibran, demi wujud Salma yang tak kunjung tiba. Begitu juga Ali yang menghunuskan pedangnya demi cintanya terhadap agamanya.
ERICHOLOGY on First Date (2004)
No comments:
Post a Comment